Skip to content
Desember 5, 2009 / zon

Bermain Ular Tangga Kebakaran

api (kompas)

api (by kompas)

Kecelakaan lagi. Kali ini terjadi kebakaran, di Medan, di sebuah tempat hiburan. Jumlah korban tewas cukup banyak, sampai 20 orang. Apa yang menyebabkan banyak orang tewas pada peristiwa kebakaran itu? Tentu saja api.:mrgreen:

Tapi, kebakaran itu sebenarnya sudah sangat sering terjadi. Jadi seharusnya sudah ada perencanaan desain bangunan untuk mengantisipasinya, paling tidak untuk meminimalkan jumlah korban tewas jika terjadi kebakaran pada bangunan tersebut.

Sayangnya, pada peristiwa kebakaran di Medan itu, salah satu sebab banyaknya korban kabarnya adalah karena tidak adanya tangga kebakaran, yaitu tangga darurat yang dikhususkan sebagai jalan keluar bila sebuah bangunan mengalami kebakaran. Beritanya ada di Okezone:

*

*

Banyaknya korban yang tewas dalam peristiwa kebakaran pusat hiburan malam M City di kawasan Bundaran Majestyk, Jalan Gatot Subroto Medan, semalam diduga karena tidak adanya tangga darurat pada bangunan itu.

Menurut informasi yang beredar di lapangan, jalan keluar dari sumber kebakaran di lantai tiga gedung itu hanya melalui satu lift. Selain itu, sama sekali tidak ada tangga darurat menuju lantai dua. Sedangkan, daya tampung lift itu sendiri juga terbatas. Padahal saat kejadian, ratusan pengunjung sedang memadati pusat hiburan malam itu.

Awalnya sebelum muncul kobaran api, tiba-tiba listrik di gedung tersebut padam total. Kemudian terdengar ledakan kecil di salah satu ruangan karaoke televisi (KTV). Akibatnya, suasana menjadi kacau balau. Para pengunjung pun berhamburan dan berdesakan untuk menyelamatkan diri.

Sedangkan asap dan api semakin mengepul. Korban pun mulai berjatuhan akibat kekurangan oksigen dan menghirup asap karbon dari kebakaran. Makanya sebagian besar korban ditemukan di lantai tiga gedung dan terjebak di dalam lift.

Tak adanya tangga darurat ini tentu saja telah melanggar aturan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Penjabat Wali Kota Medan Rahudman Harahap sendiri tidak memberikan tanggapan apapun saat dijumpai di RSU Pirngadi Medan, Sabtu (5/12/2009) dini hari.

Sementara itu, pada saat kejadian ratusan warga Medan dan sekitarnya tampak memadati lokasi kejadian hingga tengah malam. Sebagian besar mereka mengetahui adanya kebakaran dari pemberitaan di televisi.

*

*

Jadi Ingat…

Jadi ingat, sama proyek perencanaan sebuah bangunan. Hehehe… gini-gini saya pernah ngikutin sebuah perencanaan bangunan loh…😉

Ceritanya, pada saat perencanaan bangunan toko dua lantai, perancang bangunan a.k.a arsitek membuat gambar tangga kebakaran, yang memang sudah menjadi syarat keamanan bangunan, dan disampaikan kepada bos yang punya bangunan.

Tapi, si bos rupanya kurang suka dengan rencana itu. Dia bilang, buat apa bikin tangga kebakaran segala, mengurangi space aja. Toh, dia pikir, kebakaran juga sangat jarang terjadi. Ruang untuk tangga kebakaran itu rupanya dinilai sebagai pemborosan biaya.

Si perancang bangunan ngotot harus ada tangga kebakaran, dengan segala penjelasannya. Si bos pun ngotot. Sampai pada akhirnya, bagusnya, si perancang menyampaikan surat tertulis yang menyatakan bahwa dia sudah menyampaikan rancangan dan persyaratan tangga kebakaran, namun ditolak oleh pemilik bangunan, sehingga bila suatu saat terjadi kebakaran, perancang tidak bertanggung jawab terhadap akibatnya.

Karena disodori dan diminta menandatangani surat itu, yang dibuat bermaterai segala, akhirnya si bos mengalah. Jadi deh dirancang tangga kebakaran itu, dan benar dibangun, walau pun akhirnya ukurannya dibuat kecil, tangga melingkar seperti ular, seperti yang biasa dibuat untuk tangga jemuran saja.

*

Penting Nggak Penting

Sepertinya kebanyakan kita ini memang hanya terpaku sama yang namanya ekonomi, biaya, keuntungan material, dan sebangsanya. Bahkan aspek keamanan atau keselamatan seringkali cuma menjadi nomor sekian.

Kalau sudah terjadi musibah, kira-kira sama seperti kejadian gempa dimana masih jarang ada gedung yang dibuat dengan pertimbangan antisipasi gempa, yang ada cuma saling menyalahkan, atau menyesal. Atau jumlah korban dianggap biasa saja, namanya juga kecelakaan a.k.a musibah…???

Ddddoooohhhh!!!

*

Harga nyawa berapa perak ya?

.

Lintas Beritakan!

Share

.

Baca juga artikel-artikel lainnya yuks….😀


.

  1. wahyu am / Des 5 2009 19:19

    Kebakaran lagi yah😦

    semoga para korban diterima disisiNya. Amin

  2. waroeng ubuntu / Des 7 2009 09:39

    tapi yang juga terjadi adalah tidak berfungsinya alat pancuran (saya ga tahu namanya) yg airnya musti keluar begitu suhu tertentu dilewati🙂

    pantesan pemadam kebakaran suka mencak2 krn banyak bangunan tanpa “alat pengaman kebakaran” memadai:mrgreen:

  3. yos / Des 8 2009 07:57

    kasihan bgt ya mas..

  4. vasilijvani / Sep 25 2011 06:19

    Добрый день!

    Я видел упоминание курса осознанных снов тут. Надеюсь, что будет полезным.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: