Skip to content
Oktober 4, 2009 / zon

Inilah Gedung Tahan Gempa

sistem-tahan-gempa-thumbAda sebuah bagian berita gempa baru-baru ini di Padang, Sumatera Barat, yang saat ini sedang ramai diberitakan, yaitu runtuhnya bangunan sebuah hotel mewah bernama Hotel Ambacang. Maklum, ambruknya hotel ini menyebabkan sekian banyak orang mendadak kehilangan anggota keluarganya yang meninggal dunia di sana. Semoga para korban meninggal diberikan kedamaian dalam peristirahatan terakhirnya dan keluarganya cukup tabah menghadapinya. Amin.

Dari kejadian ini, dan kejadian-kejadian gempa lainnya, ada salah satu hal yang selalu mengusik kita dalam kaitannya dengan bangunan/gedung di daerah gempa. Yaitu, bisa nggak sih sebuah bangunan itu dibuat benar-benar tahan gempa (besar) seperti yang terjadi di Padang itu…?

Ternyata, baru-baru ini peneliti telah berhasil membuat desain sebuah sistem struktur baru untuk gedung tahan gempa yang bahkan diyakini mampu bertahan saat gempa berkekuatan besar sekalipun.

Wow, ini dia…!😀

Sebuah metode baru konstruksi yang menggunakan baja tendon dan “sekering” (fuses) yang bisa diganti agar bisa membantu sebuah bangunan untuk bertahan terhadap  gempa bumi kuat baru-baru ini telah berhasil diuji coba, begitu yang saya baca dari situs LiveScience.

Pada saat ujicoba, gedung ditempatkan di atas sebuah meja raksasa. Meja tersebut kemudian digoyang-goyang sebagai simulasi sebuah gempa besar berkekuatan lebih dari 7 skala Richter. Dan hasilnya, gedung itu bisa bertahan.

*

Seperti listrik, sistem ini punya ‘Sekering’ (Fuses)


Penjelasan sistem kerja desain gedung tahan gempa ini adalah sebagai berikut.

Bangunan pada sistem baru ini bersandar pada sebuah rangka baja (steel braced-frames) yang dibuat pada bagian eksterior bangunan. Rangka baja ini dirancang untuk bisa bergoyang ke atas dan ke bawah saat serangan gempa terjadi. Di tengah rangka baja ini terdapat tendon (urat) baja yang bergerak elastis untuk mengendalikan goyangan. Tendon ini juga berfungsi untuk mengembalikan posisi bangunan ke tempat semula saat getaran gempa sudah berhenti.

“Apa yang unik adalah, berbeda dengan sistem konvensional, rangka baja ini benar-benar bergoyang terpisah dari pondasi saat terjadi gempa besar,” begitu kata Deierlein si kepala peneliti.

‘Sekering’ baja juga turut menjaga bangunan dari kerusakan. Sekering ini berfungsi untuk menyalurkan energi gempa agar bisa membatasi kerusakan hanya pada area tertentu. Sekering ini, seperti sekering listrik, bisa diganti bila rusak.

Ide dari sistem struktur ini sebenarnya adalah untuk mengkonsentrasikan kerusakan pada sekering yang dapat diganti.

Hmmm… bahasanya terlalu teknis ya? Iya:mrgreen:

Gini aja deh. Sepertinya lebih jelas kalau ada gambar. Yuuuk…

Diagram skematik rangka goyang

Diagram skematik rangka goyang

Pada gambar skematik di atas terlihat yang berwarna merah adalah rangka baja utama (steel braced-frame). Warna putih adalah simulasi gedung tiga lantai. Warna kuning adalah sekering yang terletak di dasar rangka (gambar inset). Di depan dan belakang sekering terdapat kabel baja vertikal untuk menarik gedung ke posisi semula saat gempa berhenti.

Sekering plat baja yang bisa diganti

Sekering plat baja yang bisa diganti

Sekering baja (foto atas) yang berfungsi untuk menyalurkan energi gempa dan menyerap kerusakan yang ditimbulkannya. Kalau sudah rusak, sekering ini bisa diganti.

Supaya lebih jelas lagi, silahkan simak tayangan ‘bioskop’ di bawah ini😆

*

Gimana, cukup canggih ‘kan?

Sebenarnya sih, sebelumnya sudah banyak dirancang dan bahkan dibangun gedung tahan gempa. Sayangnya gedung-gedung itu biasanya mengalami kerusakan berat saat terjadi gempa, sehingga kalau pun bisa diperbaiki memerlukan biaya mahal.

“Sebagian besar bangunan saat ini yang kita desain untuk menghadapi gempa bumi besar dirancang sedemikian rupa sehingga ketika ada gempa besar, bangunan itu dikorbankan untuk menyelamatkan para penghuninya,” kata Greg Deierlein, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di Stanford University yang memimpin tim peneliti.

Kalau dengan sistem baru seperti yang dijelaskan sebelumnya, diharapkan kerusakan yang terjadi pada bangunan (dan tentunya juga keselamatan penghuninya) bisa diminimalisir. Jadi sistem ini diyakini bisa lebih ekonomis dan tentunya lebih aman.

*

Layakkah buat diwujudkan…?

Sistem ini dapat diinstal sebagai bagian dari desain awal bangunan atau bisa juga dipasang pada bangunan yang sudah ada. Secara ekonomis juga layak, karena dapat dibuat dari bahan-bahan yang biasa digunakan dalam konstruksi, begitu kata penelitinya.

OK deh kakak…🙂

Yah, mungkin desain ini masih perlu pengembangan. Saya sih nggak terlalu ngerti juga. Walaupun begitu, ini pastinya jadi teknologi yang bagus buat ke depannya. Mungkin sih kalau benar-benar diimplementasikan biayanya juga nggak semurah itu.

Tapi, mahal mana gedung sama nyawa manusia?

.

Lintas Beritakan!

Share

.

Baca juga artikel-artikel lainnya yuks….😀

.

  1. alamendah / Okt 4 2009 09:28

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Indonesia kayaknya harus segera mengembangkan bangunan2 yang tahan goncangan gempa karena Indonesia adalah wilayah yang sering dilanda gempa.
    Ayoo dong para ilmuan, nsinyur segera berlomba-lomba mengadakan penelitian jangan cuman berlomba-lomba untuk menjadi PNS dan anggota dewan saja!

    • KangBoed / Okt 4 2009 22:09

      pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxzzzzzzzzzz

  2. moca / Okt 4 2009 13:18

    Memang sudah saatnya Indonesia segera mengembangkan bangunan tahan gempa yang berbiaya murah. Mau tunggu apa lagi? Korban lebih banyak lagi?? Pemerintah harus dorong dan dukung para ilmuwan kita di bidang bangunan.

  3. nindrianto / Okt 4 2009 15:17

    sedih mlihat kita kurang tanggap dengan alam kita sendiri…kita justru bangga dengan desain bangunan yang meniru bangunan dari luar…padahal kita punya kondisi alam sendiri..seharusnya kita bisa menyesuaikan…

  4. yosbeda / Okt 4 2009 15:31

    kemaren biz liat berita di TV ONE klo gedung2 dijakarta ketahan terhadap gempanya ngga sah diragukan lagi, paling yg ngga tahan gempa gedung2 lama… tw di kota lain gmana?

  5. waroeng ubuntu / Okt 4 2009 19:04

    Sebenarnya banyak teknik membangun bangunan tahan gempa, misalnya yang seperti ini. Sekarang tinggal kemauan kita, apakah hendak membangun bangunan tahan gempa atau tidak.

    Untuk banner ubuntu (wordpress) coba cara di https://answers.launchpad.net/ubuntu/+question/66429

  6. KangBoed / Okt 4 2009 22:09

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank sukses selalu yaaaak
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  7. casrudi / Okt 5 2009 01:33

    Salut sama postingan zons… selalu manampilkan yg terbaik…🙂

    Ayo implementasikan kalau memang sistemnya udah bagus… ya tentu mahalan nyawa manusia… gedung tumbang bisa dibeli (dibangun), nyawa melayang berapapun harganya engga kebeli…😆

    • Saka / Okt 5 2009 06:05

      tul kang Cas, nyawa manusia lebih berharga… mangkanya dengan membuat bangunan tahan gempa setidaknya bisa membantu menyelamatkan nyawa manusia, terutama yg ada di dalamnya😆

      • KangBoed / Okt 5 2009 13:56

        bangunan gubuk derit pake teenda pasti tahan gempa..

      • KangBoed / Okt 5 2009 13:58

        gubuk derita tina bilik bambu

  8. KangBoed / Okt 5 2009 03:43

    hehehehe award saya sudah dirapihkan gambarnya di ganti yang jelas..

  9. KangBoed / Okt 5 2009 13:58

    WASPADALAAAAAAAAH dan Berhati hatilah.. Bangkit dan Sadarilah.. segera melangkah dalam Taubatan Nasuha.. menemukan diri sebenar diri.. bergandengan tangan lahir dan bathin.. hidup Eling dalam kesadaran dan waspada dalam setiap langkah serta mengambil hikmah dalam kehidupan.. hayooooo.. bergandengan tangan bersama.. menemukan ketenangan JIWA.. JIWA JIWA yang MERDEKA
    Salam Sayang Selalu

  10. KangBoed / Okt 5 2009 13:59

    komengna di leugleug gempa..

  11. yesaya / Okt 5 2009 14:46

    perlu tu gedung dibangun di sini..ya ga sob

  12. elrangga / Okt 5 2009 16:57

    Aq dah bangun rumah tahan gempa!😎
    Bebas goncangan dan tak dapat ambruk.

    Tapi ntu rumah-rumah-an maenanq gitu.😆

  13. Hadi / Okt 5 2009 17:57

    Tapi mahal bro, soal nyawa itumah urusan yang di atas

  14. ruanghatiberbagi / Okt 6 2009 18:20

    nice inpo nih, bisa diadopsi nih ama pemerintah

  15. edda / Okt 7 2009 12:54

    Ga ada salahnya bwt d coba
    mdh2an bsa brtahan😀

  16. solarsedayu / Okt 7 2009 17:25

    salam kenal
    infonya keren juga,thanks ya…

  17. annas / Okt 7 2009 19:30

    nah kalo untuk badan kuat ketika diguncang gempa, minumlah juice pete 3 x sehari he he he

  18. KangBoed / Okt 9 2009 05:53

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  19. KangBoed / Okt 9 2009 05:54

    juragan lagi di mana🙄

    • ZonS / Okt 9 2009 07:13

      hadir kang😀

      .

  20. pujianto / Jul 15 2010 20:20

    GEDUNG PINTAR
    Ada tiga prinsip utama dalam mendesain bangunan agar tahan terhadap gempa, diantaranya adalah :
    1. Sambungan antar elemen struktur harus menyatu.
    2. Usahakan berat bangunan seringan mungkin.
    3. Menggunakan peredam.
    Pada kasus tersebut mengikuti prinsip ke-3, yaitu menggunakan peredam. Ada dua jenis peredam yaitu peredam alami dan peredam buatan. Peredam alami seperti gesekan antar partikel, gravitasi bumi dan lain sebagainya. Peredam buatan ada dua jenis yaitu pasif (sering disebut dengan “kontrol pasif” dan aktif (“kontrol aktif”). Contoh kontrol pasif jika terkena gempa, membiarkan gempa tersebut merambat kedalam bangunan kemudian akan kembali seperti semula tetapi pelan-pelan. Contoh kontrol aktif, jika ada gempa sensor akan membaca besarnya gempa kemudian memerintahkan pada CPU dan CPU akan memerintahkan ke Fondasi untuk melawan gempa tersebut, sehingga gaya gempa yang ada akan berkurang atau bahkan akan hilang sama sekali sebelum merambat ke dalam bangunan. Inilah yang disebut dengan Gedung Pintar.

Trackbacks

  1. kangBoed » Hujan Award dari Kang Saka Inget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: