Skip to content
Agustus 2, 2009 / zon

Dokter Bukan Tuhan

ibu-dokter_op.w200Ada sebuah kejadian mengenaskan. Seorang gadis kecil yang masih berusia muda (11 tahun) penderita diabetes/kencing manis, meninggal dunia.

Yang memprihatinkan, Madeline, nama gadis tersebut, meninggal karena diduga orang tuanya tak mau membawanya ke dokter dengan alasan bahwa hanya Tuhan lah yang bisa menyembuhkan penyakit.

Hhhhh….😦

Entah bagaimana pola berpikir Dale Neumann, 47 tahun, bapak dari gadis tersebut, sedemikian piciknya menginterpretasikan sebuah ajaran agama, sampai dia sepertinya merasa berdosa kalau dia pergi ke dokter untuk menyembuhkan anaknya. Menurut keyakinannya, saya kutip dari situs The Independent,

“If I go to the doctor, I am putting the doctor before God,” Neumann testified. “I am not believing what he said he would do.”

Mr. Newmann ini sekarang sedang menjalani proses hukum di sebuah persidangan pengadilan karena perbuatannya tersebut dianggap sebuah kecerobohan sampai menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Wowowowowowowowow….

Bapak yang aneh, yang berpikir bahwa hanya sebuah doa  saja yang bisa menyelesaikan semua persoalan, tanpa perlu berusaha.

Apa bapak ini tidak berpikir, bahwa Tuhan memberikan setiap manusia sebuah benda menakjubkan bernama otak, yang sedemikian canggihnya hingga bisa membuat seseorang dengan otaknya bahkan menjadi penolong bagi yang lainnya (misalnya dokter), dan Tuhan tetap memandang si penolong itu tetap sebagai manusia yang bergantung kepada-Nya, dan juga Tuhan memerintahkan setiap manusia agar berusaha dengan menggunakan otaknya untuk memecahkan setiap persoalan yang dihadapinya, termasuk penyakit, dan pergi ke dokter adalah salah satu usaha untuk mencari kesembuhan dengan keyakinan bahwa dokter pun hanya merupakan alat Tuhan???

Jadi berpikir…

Mungkin kejadian-kejadian seperti ini, yang menyebabkan kaum atheis atau agnostik merasa bahwa agama adalah sebuah tahayul berlebihan dan penganut agama adalah orang bodoh atau gila, seperti pernah saya bahas pada posting saya sebelumnya.

Saya jadi ingat apa yang disampaikan partner saya Calighan, mungkin benar kesan bahwa sebagian penganut agama yang taat hidupnya tidak fleksibel. Tidak boleh ini lah, tidak boleh itu lah.

Tentu tidak seperti itu.

Pengertian fleksibel dalam menjalankan agama tentu saja bukan berarti bisa melakukan apa saja yang bertentangan dengan agama. Tapi fleksibel dalam arti mengembangkan cara berpikir mencari berbagai alternatif untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada, dengan tetap berada pada jalur sesuai dengan ajaran agama.

Open your mind, use open source. *loh kok ga nyambung?😆 *

.

Lintas Beritakan!

Share

.

Baca juga artikel-artikel lainnya yuks….😀

.

  1. Dangstars / Agu 3 2009 01:56

    Saya setuju dokter bukan Tuhan, btw ya klo apapun yang terjadi yang penting udah di bawa ke medis..ya pasrah aja

  2. casrudi / Agu 3 2009 08:49

    Pola pikir Mr.Neumann sudah betul, bahwa Tuhan lah yang menghendaki kesembuhan segala macam penyakit, namun Mr.Neumann tidak mengetahui kalau hakikat dari kesembuhan jikalau ada syareatnya (perantara), dalam hal ini dokter.

    Kalau begitu buat apa ada istilah ikhtiar (usaha), terus aja berdoa… gawat…😀

  3. Yep / Agu 3 2009 10:43

    Setuju Boz…dokter memang bukan Tuhan..
    Tapi Tuhan juga tidak menciptakan manusia
    sebodoh bapak ini mungkin ya ? atau mungkin bapak ini bukan ciptaan Tuhan ? 😦
    Bapak yang sangat bodoh sekali…bodoh !!! 😆
    Kenapa saya yang marah ya ? 😀

  4. bocahbancar / Agu 3 2009 11:13

    Hhm..jadi inget ceritanya Aa Gym, dengan obat yang sama, namun dengan niat yang berbeda…
    Yang pertama niatnya karena ingin disembuhkan oleh Allah dan niat satunya ingin sembuh dari obat tersebut…..

    Hasilnya, pertama berhasil dan keduanya tidak bisa sembuh2….

    Salam semamngat selalu dari Bocahbancar

  5. MacFamous / Agu 3 2009 12:04

    ternyata di jaman seperti ini masih ada orang yang sekolot itu memandang sesuatu ..
    bener banget open our mind .. postingnya bagus mas😉

  6. ZonS / Agu 4 2009 07:14

    ———-ZonS———-

    @Dangstars: yg penting sudah berusaha

    @casrudi: bisa gaswat kalo semua begitu, kasian dokter tar ga laku, wkkkkkk…..

    @Yep: hajar aja bos, hajar! loh malah jadi ikutan ngomporin😆

    @bocahbancar: thanks infonya, salam semangat juga😀

    @MacFamous: yup, thanks

    .

  7. coretanpinggir / Agu 4 2009 11:42

    ….dan setelah anaknya meninggal dia akan bilang kalau ini sudah takdir, sudah suratan….

  8. nusantaraku / Agu 5 2009 11:07

    Mengutip pernyataan Dahlan Iskan setelah sukses transplasi hati..
    “Saya tentu amat bersyukur. Tapi, syukur saya tidak sampai mengabaikan rasa hormat saya kepada mereka yang telah belajar keras di universitas dan menggunakan akalnya secara sungguh-sungguh hingga melahirkan ilmu pengetahuan yang sangat maju. Saya bersyukur kepada Tuhan sekaligus hormat kepada ilmuwan.”

  9. swastika87 / Agu 5 2009 11:57

    yup… se7 bgt

  10. Rama / Agu 17 2009 20:35

    mantab dehh..
    pokoknya setuju aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: