Skip to content
Juni 1, 2009 / zon

Biar Nggak Punya Rumah Yang Penting Bisa Facebook!

wiredpeopleSaat ini, untuk sebagian orang di Indonesia, internet mungkin sudah menjadi kebutuhan pokok. Tapi itu tentu bagi orang-orang yang mampu, dimana kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya  seperti rumah, tabungan, atau mungkin juga kendaraan dan barang-barang lainnya sudah terpenuhi. Kalau kebutuhan dasar itu belum terpenuhi, rasanya orang di Indonesia belum memikirkan untuk melakukan aktifitas online seperti ber-Fecebook-ria via internet. Yang pertama didahulukan tentu pemenuhan kebutuhan pokok tersebut.

Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku bagi masyarakat di Amerika sana. Kemarin saya lihat sebuah tulisan di The Wall Street Journal (WSJ), yang menyampaikan laporan tentang tumbuhnya penggunaan internet di kalangan tunawisma, alias orang yang tidak punya tempat tinggal tetap.

Seperti misalnya Charless Pitts, seorang pria berusia 37 tahun di San Fransisco, yang sudah tunawisma selama dua tahun. Dia punya akun Facebook, MySpace, dan Twitter. Dia mengelola forum di Yahoo, baca berita online, dan selalu terhubung dengan teman-temannya via email. Memang, kata Pak Pitts ini, dia sedikit repot mengelola pola hidup digitalnya dari ‘rumah’nya di kolong jembatan di bawah sebuah jalan layang. Tapi, kata dia lagi, “anda nggak butuh tv, radio, atau koran, tapi anda butuh internet.” Wedew… kere tapi tetap canggih…

Kok bisa ya? Menurut WSJ, komputer murah dan akses internet gratislah yang mendorong terciptanya fenomena itu di sana. Apalagi penduduk di sana kelihatannya sudah sangat aware alias melek dengan komputer dan internet. Banyak hal yang dilakukan secara online, misalnya lamaran kerja atau juga pekerjaan kantor.

Ada seorang Paul Weston, yang telah kehilangan pekerjaan sebagai pramuniaga hotel sejak Desember dan tinggal di penampungan, dan sekarang berkeinginan untuk menjadi programmer komputer. Dengan Macintosh Powerbook-nya yang dia bilang sudah jadi semacam sekoci penyelamat hidup, dia nongkrong di sebuah toko makanan yang ada wireless-internet gratisnya, dia cari pekerjaan dan membuat program komputer untuk dijual. Dia juga mengirim email ke pejabat kota agar kondisi tempat penampungannya diperbaiki.

Lain lagi pengalaman Lisa Stinger yang mengajar komputer dan ketrampilan kerja buat tunawisma dan masyarakat berpendapatan rendah. Menurut dia, orang-orang ini (yang dia ajar maksudnya) sangat-sangat sadar internet. Mereka bela-belain menabung untuk beli komputer/laptop, walaupun beberapa dari mereka bahkan buta huruf lho. Si Lisa Stringer ini bahkan sampai merasa perlu mendesak mereka untuk tidak beli laptop sampai kondisi ekonomi mereka stabil.

Well, itu disana. Dengan kondisi itu, setiap orang jadi memiliki akses yang luas terhadap informasi, terutama informasi online, termasuk buat golongan masyarakat yang kurang mampu.

Bagaimana di sini? Di Indonesia? Wah, sampai tercipta kondisi seperti itu di sini rasanya masih jauh banget. Kenapa? pikir aja sendiri, hehehe…. Banyak sebablah, harga komputer masih mahal. Internet gratis? Bisa ‘gitu? Belum lagi kebutuhan hidup lainnya yang berat biayanya, terutama bagi yang kurang mampu. Yah, bersyukur sajalah, masih bisa internetan, ber-facebook-ria, dan bisa baca blog ini🙂🙂🙂

Stay cool.

.

Lintas Beritakan!

Share

.

Baca juga artikel-artikel lainnya yuks….😀

.

  1. fery finish last / Jun 2 2009 08:18

    Wowh… Keren banget ya….

    Kalo mau masang speedy gratis,
    Termasuk gratis biaya bulanan, daftar aja pake surat keterangan miskin dari kelurahan….

    Coba aja….
    Hehe

  2. SufiMuda / Jun 2 2009 10:20

    di sini internet masih mahal😦

  3. alimasadi / Jun 3 2009 10:14

    nah tu dia… biaya internet di sini mahal… lagian para tuna wisma di sana dpt jatsh bulanan dari pemerintah.. mirip blt gitu… cmn rutin dan lebih banyak..

  4. Sewu / Jun 3 2009 11:47

    Saia baru bisa gratis kalau di kantor ajah😀 lanjut boss postingnya..😀

  5. ZonS / Jun 3 2009 12:56


    To: fery,
    iya nanti bisa dapat internet gratis, tapi internet generik kali ya? hehehe….

    to: Sufimuda,
    udah mahal, sering putus-putus pula😦

    to: alimasadi,
    mungkin perlu diusulkan ada BLT Internet???

    to: Sewu,
    gratis tapi kantor yg bayar, hehehe… thanks dukungannya🙂

    .

  6. bluethunderheart / Jun 3 2009 14:19

    kalau istilah blue
    blue serasa kagak punya rumah karena sering ke warnet berjam jam tuk facebook kan hehehhe……..
    salam hangat selalu
    pa cabar?

  7. 4z1z4h / Jun 3 2009 22:40

    yang penting fesbuk ON terus…
    Pertanyaan : Kira2 pake dial up ato???
    Mantap mantap mantap

  8. ZonS / Jun 4 2009 11:38


    @bluethunderheart:
    pasang aja koneksi internet dari rumah ke warnet, biar fesbukannya makin mantaf…. tapi hati2 nanti malah jebol tagihan🙂

    @4z1z4h:
    kalo pake dial up tapi fesbuk on terus, dijamin jebol, mantap kan? hehehe… sori, no offence please…

    .

  9. akumagouki / Jun 4 2009 11:58

    walah internet gratis kok di amrik
    pantesan

    kunjungi blogku.

    ———-ZonS———-

    mo internet gratis di indo? waaahh… nunggu 10 thn lagi kaleee……😀

    .

  10. Mantafff neh artikelnya, indonesia mungkin 5 atau 10 tahun lg baru bisa merasakan internet gratis. Apalagi kalau wimax sdh ter realisasi, wuih mantaff itu. Salam kenal deh..

  11. Dins / Jun 5 2009 14:36

    Link sudah saya add di americanster.com mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.

    ———-ZonS———-

    ok, setuju tukeran link🙂

    .

  12. widi hermansyah / Jun 6 2009 16:01

    untuk indonesia masih jauh. yg hidup buat sekedar cari makan aja masih banyak, boro2 mikir internetan.

    ———-ZonS———-

    Tapi banyak juga loh, bela2in internetan pake uang makan hehehe….😀

    .

  13. Yep / Jun 10 2009 09:45

    Boro-boro ya ? buat makan aja susah 😀

    ———-ZonS———-

    mending makan nasi daripada makan internet😀

    .

  14. starlight21 / Jun 13 2009 13:49

    emang, harga laptop di amrik murah banget yah?
    Mungkin kalau orang sini daripada punya laptop tapi tiduran di kolong jembatan, ya mendingan uangnya buat ngontrak rumah lah, atau cari kos-kosan yang oke

    ———-ZonS———-

    disana orang kere denger2 dapet tunjangan tetap…😀

    .

  15. casrudi / Jun 21 2009 04:29

    Hehehe… banyak kok di Indonesia yang memberi akses internet gratis… lihat para pegawai di pemerintahan/PNS (swasta pasti lebih banyak), tanya sama mereka apakah berfesbuk ria seharian mereka mengeluarkan untuk bayar internet barang seribu rupiah?…

    Membaca artikel ini, salut pada orang-orang di luar sana, merekapada nyadar internet. Jika Gramedia memplot diri sebagai jendela dunia, maka internet lebih dahsyal lagi, Teropong Dunia… Menyisir ke segala arah sampai dasar sekalipun… Hehehe…

    jadi ceramah disini…. Kunjungan rutin dari Cas Stuff…😀

    ———-ZonS———-

    ngapain pusing ya? kantor ini yg bayarin, hueueue….
    mantap teropongnya.. *loh?*:mrgreen:

    .

  16. Arbii / Jul 15 2009 00:15

    Ihhhhhhh keren bgt sih??? hahahahahahaha.. bagus, sudah saatnya para tunawisma di Indonesia dapat berkomunikasi dgn orang luar menggunakan Internet…

  17. masnova / Agu 27 2009 23:15

    bisa kok……. di sini pun (indonesia) bisa online gratis kalo tau caranya meskipun terbatas dan putus-putus tentunya tapi tetep bisa, aye juga pake nih, lumayan bisa tau dunia luar, he he he
    Tapi perlu dicontoh tu semangatnya orang sono (amric)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: